Sabtu, 12 April 2014

Percaya Diri



Bersekolah di MAN purwakarta adalah suatu kebanggaan  bagiku. Namaku Tsamroh, lengkapnya Tsamrotul fuadah, teman-teman sering memanggilku tsam. Aku berada di kelas XII IPA 2 ketika aku teringat dengan percakapanku dengan sahabatku.
“Tsam, setelah lulus mau lanjutin kemana?” Tanya ayu sahabatku
Yuningrum astuti adalah nama lengkapnya, dia sering dipanggil ayu oleh teman-teman sekelas, alasannya karena sikapnya yang ayu dan  lemah lembut. Dia sahabatku, kita kenal ketika masuk MAN purwakarta.
“aku maunya masuk UNPAD jurusan kebidanan yu, kalau kamu mau kemana?” jawabku sambil balik bertanya
“aku mau ke kantin ach, jajan..” candanya
Aku cemberut…
“aku mau kuliah ke UNY tsam, do’ain aja ya !!!” lanjutnya
“hah? UNY? Yg di Yogyakarta itu yu?” kataku spontan
“ya iyalah, emangnya UNY ada dimana lagi.” Ucapnya
“jauh amat yu, nanti kita jarang ketemu dong..” kataku
“aduh tsam, belum juga aku keterima disana, kamu udah kangen duluan.. hehehe
Itu juga gak tau keterima gak tau nggak, do’ain ya..”
Aku terdiam, aku takut kehilangan sahabatku, yang lebih aku takutkan, aku takut menjalani kehidupanku yang akan datang. Semua orang pasti punya kekurangan, begitupun dengan diriku.  Aku tak pernah percaya diri, aku tak pernah berani jika harus berbicara di depan banyak orang, jangankan di depan banyak orang, didepan kelas pun aku tak berani. Untung ada ayu sahabatku yang selalu mendukungku dan sekarang dia mau kuliah di luar kota, bagaimana dengan kehidupanku nanti?
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan pun telah aku jalani. Aku terus memikirkan kehidupanku dan aku jadi sering berdiam diri dan melamun. Ayu sepertinya tau masalahku.
“tsam, kok melamun terus. Kamu masih belum PD di depan orang banyak?” tanyanya to the point
“iya yu, aku masih belum yakin dengan diriku sendiri, aku masih takut.” Jawabku
“apa yang kamu takutkan tsam? Gak akan ada yang gigit kamu kok, hehehe (candanya) dengar ya tsam, kalau kamu belum yakin dengan diri kamu sendiri, apalagi dengan orang lain. Kita ini hidup sendiri tsam, kita gak mungkin terus-menerus bergantung pada orang lain, suatu saat kamu pasti kehilangan orang-orang yang kamu sayang, orang tua, kakak, adik, apalagi sahabat. Mereka itu mempunyai kehidupan masing-masing. Jika kamu sekarang seperti ini, bagaimana nanti kedepannya? Apalagi cita-cita kamu itu ingin jadi bidan, bidan itu harus ramah, bersosalisasi langsung dengan pasien-pasiennya. Kamu harus bisa PD tsam, kamu harus berusaha demi diri kamu sendiri” nasihatnya panjang lebar
Aku terdiam mendengar nasihatnya, mencerna dan memahami setiap kata yang di ucapkannya.
Di rumah aku dihadapi oleh kesulitan yang lain, ketika itu ayah dan ibuku menanyakan universitas mana yang akan aku pilih.
“tsam sini, ayah mau bicara sama kamu.” Panggil ayah ketika aku hendak pergi ke kamar
“iya yah, ada apa?” tanyaku
“kamu sekarang udah kelas 3, udah dewasa, kamu mau dilanjutin kemana?” Tanya ayah
“aku pengen masuk UNPAD jurusan kebidanan yah.” Jawabku
“ibu tidak setuju kalau begitu” kata ibuku menimpali
“kenapa?” tanyaku
“ibu dan ayah ingin kamu jadi guru, ibu ingin sekali punya anak guru” tutur ibu
Aku hanya bisa terdiam, tak bisa melawan walaupun jadi bidan adalah cita-citaku, tapi aku harus mengikuti kata-kata orang tuaku jika ingin sukses, aku harus manut kepada mereka.
Ujian nasional telah selesai, teman-temanku dikelas mulai sibuk mempersiapkan untuk mendaftar ke universitas-universitas yang mereka inginkan. Aku sendiri bingung mau memilih universitas mana, hati kecilku tetap ingin kuliah di UNPAD jurusan Kebidanan, tapi orang tuaku tak mengizinkannya.
“tsam mau dilanjutin ke mana?” Tanya Aas temanku suatu hari
“aku masih bingung as mau kemana?” jawabku
“kenapa masih bingung? Ikutin kata hati kamu aja atau kamu coba deh konsultasi sama bu rahmi, barangkali beliau bisa ngasih solusi” katanya
“oh iya ya, makasih ya as, aku mau ke ruang bu rahmi dulu” ucapku
“oke, good luck ya tsam” katanya sambil tersenyum
Aku mendatangi ruangan bu rahmi guru BPku ditemani ayu
“assalamu’alaikum, bu maaf mengganggu..”
“wa’alaikum salam, oh silahkan masuk-masuk” jawab bu rahmi ramah “ada yang bisa ibu bantu?” lanjutnya
“ini bu, teman saya mau konsultasi” ucap ayu
Aku menceritakan kebingunganku kepada bu rahmi tentang universitas yang akan aku pilih, tentang cita-citaku dan tentang larangan orang tuaku memilih universitas yang aku pilih. Tak pernah terbayangkan kalau beliau menyuruhku mengikuti SNMPTN UIN, kebetulan waktu itu ada tawaran SNMPTN UIN ke sekolahku.
“naah nak tsam, bagaimana kalau nak tsam coba dulu SNMPTN UIN ini?” Tanya bu rahmi
“insya allah bu, mau saya pikir-pikir dulu” jawabku
“baiklah, tapi jangan lupa, keputusannya besok terakhir ya” ucap bu rahmi mengingatkan
“iya bu, terima kasih banyak bu atas nasihatnya, kalau begitu saya permisi dulu” kataku pamit
Ketika berada di kelas, aku dinasihatin lagi oleh ayu agar aku mencoba SNMPTN itu, dia bilang setiap apa yang kita pilih pasti ada hikmahnya dan kesempatan itu tidak datang untuk yang kedua kalinya. Dia juga memberikan kertas yang isinya adalah catatan agar percaya diri, dia ingin aku membacanya.
Ketika di rumah, aku membuka kertas itu dan membacanya.

Delapan Tips Agar Percaya Diri :
1. Perbanyak pengetahuan di bidang apa saja. Banyak baca ! Biasanya kalo kita banyak tahu, lebih mudah nyambung dan bisa ngomong apa saja sama teman-teman, pastinya lebih gampang gaul donk :D
2. Cari potensi / kelebihan pada diri kita, kalo susah tanya saja sama keluarga atau sahabat, menurut mereka apa sih kelebihanmu?
3. kalo udah tahu kelebihan kita, tinggal latihan yg banyak supaya bisa dioptimalkan dan dimanfa'atkan untuk sebesar-besarnya kemasalah umum.
4. Selain kelebihan, cari juga kekuranganmu. Tapi bukan untuk diratapin, melainkan supaya kekurangan tersebut bisa kamu minimalisir, syukur-syukur di ilangin :p
5. Jangan terlalu sering ngaca kalo nggak bikin kamu nyaman. Tapi jangan lupa juga nggak ngaca, nanti penampilanmu nggak karuan :) Intinya jangan terlalu memperdulikan kelemahan penampilan fisik kamu, tapi carilah cara untuk me-managenya dengan lebih baik, sehingga kelemahan tersebut nggak terlalu kelihatan..
6. kalo mentok di point 5, jangan putus asa. Jika memang tidak ada cara untuk mengurangi kekurangan fisik kamu, jadilah orang yg lebih baik dan menyenangkan orang lain. sering loh kepedulian senyum dan kehangatan persahabatan membekas kuat pada memori orang lain. Jadi, bukan cuma kecantikan fiisik yg bisa dikenang orang :-D
7. Berpikir positif atas segala sesuatu membuat kamu lebih awet muda, nggak percaya???? Pikiran negatif hanya akan membebani langkah kamu untuk maju. Bener kan?
8. Nah, yg terakhir ini justru yg utama. sebagai Muslim tahu dong kalo yg paling utama diperhatikan allah bukan penampilan fisik, tapi Hati dan takwa seseorang. Jadi, kalo allah nggak peduli dengan kekurangan fisik kamu, kenapa harus pusing dengan berbagai komentar orang soal kekurangan fisik kamu?!
Top of Form
Bottom of Form

Setelah membacanya, kuputuskan mengikuti SNMPTN itu, ayah dan ibu pun setuju aku mengikutinya. Aku mulai percaya terhadap diriku sendiri setelah membaca catatan itu dan nasihat-nasihat dari ayah dan ibu terutama dari ayu.
Sekarang aku sudah resmi menjadi mahasiswa UIN Sunan gunung djati Bandung jurusan biologi, aku tak tau kenapa mengambil jurusan itu, mungkin aku senang dengan pelajarannya dulu, yang jelas sekarang aku bangga menjadi mahasiswa UIN meskipun tak sama dengan keinginanku dulu yang ingin kuliah di UNPAD dan ingin jadi bidan.
Ayu pun sekarang menjadi mahasiswa UNY jurusan Matematika, aku bahagia mempunyai sahabat seperti dia. Satu hal yang takkan pernah ku lupakan dari nasihatnya, PERCAYALAH PADA DIRI KAMU SENDIRI DAN SYUKURI ATAS SEMUA YANG ALLAH BERIKAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar