Bersekolah di MAN purwakarta adalah
suatu kebanggaan bagiku. Namaku Tsamroh,
lengkapnya Tsamrotul fuadah, teman-teman sering memanggilku tsam. Aku berada di
kelas XII IPA 2 ketika aku teringat dengan percakapanku dengan sahabatku.
“Tsam,
setelah lulus mau lanjutin kemana?” Tanya ayu sahabatku
Yuningrum astuti adalah nama lengkapnya,
dia sering dipanggil ayu oleh teman-teman sekelas, alasannya karena sikapnya yang
ayu dan lemah lembut. Dia sahabatku,
kita kenal ketika masuk MAN purwakarta.
“aku maunya masuk UNPAD jurusan
kebidanan yu, kalau kamu mau kemana?” jawabku sambil balik bertanya
“aku
mau ke kantin ach, jajan..” candanya
Aku
cemberut…
“aku
mau kuliah ke UNY tsam, do’ain aja ya !!!” lanjutnya
“hah?
UNY? Yg di Yogyakarta itu yu?” kataku spontan
“ya
iyalah, emangnya UNY ada dimana lagi.” Ucapnya
“jauh
amat yu, nanti kita jarang ketemu dong..” kataku
“aduh
tsam, belum juga aku keterima disana, kamu udah kangen duluan.. hehehe
Itu
juga gak tau keterima gak tau nggak, do’ain ya..”
Aku terdiam, aku takut kehilangan
sahabatku, yang lebih aku takutkan, aku takut menjalani kehidupanku yang akan
datang. Semua orang pasti punya kekurangan, begitupun dengan diriku. Aku tak pernah percaya diri, aku tak pernah
berani jika harus berbicara di depan banyak orang, jangankan di depan banyak
orang, didepan kelas pun aku tak berani. Untung ada ayu sahabatku yang selalu
mendukungku dan sekarang dia mau kuliah di luar kota, bagaimana dengan
kehidupanku nanti?
Hari demi hari, minggu demi minggu,
bulan demi bulan pun telah aku jalani. Aku terus memikirkan kehidupanku dan aku
jadi sering berdiam diri dan melamun. Ayu sepertinya tau masalahku.
“tsam, kok melamun terus. Kamu masih
belum PD di depan orang banyak?” tanyanya to the point
“iya
yu, aku masih belum yakin dengan diriku sendiri, aku masih takut.” Jawabku
“apa yang kamu takutkan tsam? Gak akan ada
yang gigit kamu kok, hehehe (candanya) dengar ya tsam, kalau kamu belum yakin
dengan diri kamu sendiri, apalagi dengan orang lain. Kita ini hidup sendiri
tsam, kita gak mungkin terus-menerus bergantung pada orang lain, suatu saat
kamu pasti kehilangan orang-orang yang kamu sayang, orang tua, kakak, adik,
apalagi sahabat. Mereka itu mempunyai kehidupan masing-masing. Jika kamu
sekarang seperti ini, bagaimana nanti kedepannya? Apalagi cita-cita kamu itu
ingin jadi bidan, bidan itu harus ramah, bersosalisasi langsung dengan
pasien-pasiennya. Kamu harus bisa PD tsam, kamu harus berusaha demi diri kamu
sendiri” nasihatnya panjang lebar
Aku terdiam mendengar nasihatnya, mencerna
dan memahami setiap kata yang di ucapkannya.
Di rumah aku dihadapi oleh kesulitan
yang lain, ketika itu ayah dan ibuku menanyakan universitas mana yang akan aku
pilih.
“tsam
sini, ayah mau bicara sama kamu.” Panggil ayah ketika aku hendak pergi ke kamar
“iya
yah, ada apa?” tanyaku
“kamu
sekarang udah kelas 3, udah dewasa, kamu mau dilanjutin kemana?” Tanya ayah
“aku
pengen masuk UNPAD jurusan kebidanan yah.” Jawabku
“ibu
tidak setuju kalau begitu” kata ibuku menimpali
“kenapa?”
tanyaku
“ibu
dan ayah ingin kamu jadi guru, ibu ingin sekali punya anak guru” tutur ibu
Aku hanya bisa terdiam, tak bisa melawan
walaupun jadi bidan adalah cita-citaku, tapi aku harus mengikuti kata-kata
orang tuaku jika ingin sukses, aku harus manut kepada mereka.
Ujian nasional telah selesai,
teman-temanku dikelas mulai sibuk mempersiapkan untuk mendaftar ke
universitas-universitas yang mereka inginkan. Aku sendiri bingung mau memilih
universitas mana, hati kecilku tetap ingin kuliah di UNPAD jurusan Kebidanan,
tapi orang tuaku tak mengizinkannya.
“tsam mau dilanjutin ke mana?” Tanya Aas
temanku suatu hari
“aku masih bingung as mau kemana?”
jawabku
“kenapa masih bingung? Ikutin kata hati
kamu aja atau kamu coba deh konsultasi sama bu rahmi, barangkali beliau bisa
ngasih solusi” katanya
“oh iya ya, makasih ya as, aku mau ke
ruang bu rahmi dulu” ucapku
“oke, good luck ya tsam” katanya sambil
tersenyum
Aku mendatangi ruangan bu rahmi guru
BPku ditemani ayu
“assalamu’alaikum, bu maaf mengganggu..”
“wa’alaikum salam, oh silahkan masuk-masuk”
jawab bu rahmi ramah “ada yang bisa ibu bantu?” lanjutnya
“ini bu, teman saya mau konsultasi” ucap
ayu
Aku menceritakan kebingunganku kepada bu
rahmi tentang universitas yang akan aku pilih, tentang cita-citaku dan tentang larangan
orang tuaku memilih universitas yang aku pilih. Tak pernah terbayangkan kalau
beliau menyuruhku mengikuti SNMPTN UIN, kebetulan waktu itu ada tawaran SNMPTN
UIN ke sekolahku.
“naah nak tsam, bagaimana kalau nak tsam
coba dulu SNMPTN UIN ini?” Tanya bu rahmi
“insya allah bu, mau saya pikir-pikir
dulu” jawabku
“baiklah, tapi jangan lupa, keputusannya
besok terakhir ya” ucap bu rahmi mengingatkan
“iya bu, terima kasih banyak bu atas
nasihatnya, kalau begitu saya permisi dulu” kataku pamit
Ketika berada di kelas, aku dinasihatin
lagi oleh ayu agar aku mencoba SNMPTN itu, dia bilang setiap apa yang kita
pilih pasti ada hikmahnya dan kesempatan itu tidak datang untuk yang kedua
kalinya. Dia juga memberikan kertas yang isinya adalah catatan agar percaya
diri, dia ingin aku membacanya.
Ketika di rumah, aku membuka kertas itu
dan membacanya.
Delapan
Tips Agar Percaya Diri :
1. Perbanyak pengetahuan di bidang
apa saja. Banyak baca ! Biasanya kalo kita banyak tahu, lebih mudah nyambung
dan bisa ngomong apa saja sama teman-teman, pastinya lebih gampang gaul donk :D
2. Cari potensi / kelebihan pada
diri kita, kalo susah tanya saja sama keluarga atau sahabat, menurut mereka apa
sih kelebihanmu?
3. kalo udah tahu kelebihan kita,
tinggal latihan yg banyak supaya bisa dioptimalkan dan dimanfa'atkan untuk
sebesar-besarnya kemasalah umum.
4. Selain kelebihan, cari juga
kekuranganmu. Tapi bukan untuk diratapin, melainkan supaya kekurangan tersebut
bisa kamu minimalisir, syukur-syukur di ilangin :p
5. Jangan terlalu sering ngaca kalo
nggak bikin kamu nyaman. Tapi jangan lupa juga nggak ngaca, nanti penampilanmu
nggak karuan :) Intinya jangan terlalu memperdulikan kelemahan penampilan fisik
kamu, tapi carilah cara untuk me-managenya dengan lebih baik, sehingga
kelemahan tersebut nggak terlalu kelihatan..
6. kalo mentok di point 5, jangan
putus asa. Jika memang tidak ada cara untuk mengurangi kekurangan fisik kamu,
jadilah orang yg lebih baik dan menyenangkan orang lain. sering loh kepedulian
senyum dan kehangatan persahabatan membekas kuat pada memori orang lain. Jadi,
bukan cuma kecantikan fiisik yg bisa dikenang orang :-D
7. Berpikir positif atas segala
sesuatu membuat kamu lebih awet muda, nggak percaya???? Pikiran negatif hanya
akan membebani langkah kamu untuk maju. Bener kan?
8. Nah, yg terakhir ini justru yg
utama. sebagai Muslim tahu dong kalo yg paling utama diperhatikan allah bukan
penampilan fisik, tapi Hati dan takwa seseorang. Jadi, kalo allah nggak peduli
dengan kekurangan fisik kamu, kenapa harus pusing dengan berbagai komentar
orang soal kekurangan fisik kamu?!
Setelah membacanya, kuputuskan mengikuti
SNMPTN itu, ayah dan ibu pun setuju aku mengikutinya. Aku mulai percaya
terhadap diriku sendiri setelah membaca catatan itu dan nasihat-nasihat dari
ayah dan ibu terutama dari ayu.
Sekarang aku sudah resmi menjadi
mahasiswa UIN Sunan gunung djati Bandung jurusan biologi, aku tak tau kenapa
mengambil jurusan itu, mungkin aku senang dengan pelajarannya dulu, yang jelas
sekarang aku bangga menjadi mahasiswa UIN meskipun tak sama dengan keinginanku
dulu yang ingin kuliah di UNPAD dan ingin jadi bidan.
Ayu pun sekarang menjadi mahasiswa UNY
jurusan Matematika, aku bahagia mempunyai sahabat seperti dia. Satu hal yang
takkan pernah ku lupakan dari nasihatnya, PERCAYALAH PADA DIRI KAMU SENDIRI DAN
SYUKURI ATAS SEMUA YANG ALLAH BERIKAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar